Senin, 11 Agustus 2014

Kepada jiwa yang pekat :

“Seperti jingga yang menetes pada keruh kerinduan….
Seperti getir keringat dipenghujung senja…
Perlahan kutelusuri dimensi realita…
Pada jemariku yang gemeretak…”
Dipenghujung bulan ketiga…
Setelah pagi tadi kita menjamah tiap sel sel logika…
Aku rebah.. mati rasa….
Sekelebat.. seperti lalat lalat dipembusukan jasad…
Memori memori itu mulai menjadi sketsa,…
Memori memori yang tak pernah dicerna..
Oleh lambung waktu..
Semua semakin terasa..
Nafas itu… dan detil aroma kita..
Dalam sebuah dunia yang kita bingkai..
Oleh rasa..asa, air mata…dan sejuta kata yang sempat kita jumpai…
Untuk kamu…
 Setelah hari ini…
Setelah perih ini…
Apakah kelak kita kembali menari…
Diatas fajar hingga mentari sembunyi…
Dan saat terpejam, rindu hangat diperaduan embun pagi,…
“Seperti terpaku dalam ruang hampa..
Tepat diatas sebuah hexagram berwarna nanar..
Stagnansi..hingga jiwa jiwa asing hadir..
Membunuh…perlahan…”
Aku tersadar kembali
Lihat..itu kamu tepat didepanku…
Tersenyum keruh…
Tiba diperhelatan kita..
            Yang berganti asing..
Kita berduka untuk apa.???
Memang siapa yang mati…??
akhirnya semua sembunyi…
Melucuti nurani….
Perlahan saling benci…..
Saling meludahi……”
Aku sempat kosongkan tiap sekat nafasku sejenak….
Untuk resapi…idiom asa yang hampa….
Perih bukan berarti berhenti…..
Seperti meresapi sebuah duri yang bertubi…..
            Tak ada penantian…
            Aku tak kenal sosokmu lagi dirasaku yang pernah membuncah…
            Seperti nanah yang enggan kembali berdarah….
            Hingga busuk dalam pengasingan…..
“satu persatu semua menjadi kosong….
Terlintas lagi khianat lewat sirine waktu kita……
Atas konspirasi persahabatan….
Yang mengatasnamakan dendam …”
Aku harus sembunyi…
Meniti tiap sepi…meniti tiap dimensi hati…
Rebahkan semua rasa…untuk kutiduri
Hingga merintih…meminta untuk mati…..
Bukan tentang hari parau…
Bukan tentang detik yang galau….
Tapi tentang semua yang mati…..
Tentang buih buih emosi yang lantang….
Terpenjara fase nurani yang hilang….
            “lagi lagi kau hadir lewat benci….
            Yang diadopsi oleh telinga tanpa hati….
            Untuk menggilas cerita usangku…
            Untuk menghujam langkah revolusiku…”
Tak terasa….semua memang telah menyerpih…
Menjadi abu dibelantara mimpi kita….
Hanya menyapa sebuah kisah…..
Tentang aku yang terlahir lagi…………….
Tanpa kamu, dan tanpa harapan tentang kamu….
Tanpa sosokmu dan semua tentangmu…..
Mati…

ParanoiDagnomore 12082014

Berita Hari Ini


Dihari yg lain…
Tentang bumi dan rotasi didalamnya..
Setelah kau memilih untuk merengkuh jiwa lain…
Setelah kau tinggalkan jutaan cerita yg nanar..
                Dalam bisu hari-hariku..
                Realita sempat bergerak menuju ke’fiksi’an
                Aku rindu bercumbu dengan kepahitan
                Dan sulit berucap “terima kasih
Tuhan mungkin tau…
Aku tau..tentang semua itu..
Kita berada tepat dalam garis-garis dendam..
Dan kita ternyata tak pernah bisa membersihkannya…
Tentang hati yg selalu keruh..
                Kepada yg pernah mengisi aku…
                Ini bukan cerita usang,,
                Walaupun kau usang..
                Tepat diatas rindu dendam..aku mengaduh..
Aku tak pernah perduli siapa dia…
Aku tak pernah ingin tau ..
Aku tak pernah ingin menambah kesakitan ini..
Dan aku tak pernah ingin mengiklankan sakitku…
                Fatamorgana…
Setelah aku tau wujud aslimu…
Setelah jutaan cerita berubah jadi kebohongan…
Aku tetap berpikir….
kamulah orang paling palsu dimuka bumi setelah billy milligan…
Seperti kesaksian Judast…
Memahat jasad berbau busuk dalam 200KM jaraknya…
                Kau cumbu aku dalam ruang hampa udara
                Kita bercinta dengan sperma yg terbuat dari plastik ..
                Dan tak ada logika..
                Semua tentang logika yg kau ucap….
itu adalah ketololanmu sebagai seorang pembohong…
AKU MARAH…
Namun lega…
Dan kita berakhir biasa saja…
Aku bukan yg pertama…(aku tersenyum kala itu)
Tp kau yg pertama…(aku menyeringai penuh sesal kala itu)…
                Tapi kau lupa…
                Rasa kita dulu (yg palsu)…adalah bagian dari penciptaanku atas makna dan semiotika..
                Kau lupa..
                Semua tentangmu (yg palsu) adalah nanah yg mengering tepat dihari penantianmu..
Ya..
Hari penantianmu…untuk segera pergi sebelum semua mencerca…(walaupun terlambat)

Cinta pertamaku…
Kamu..

Sabtu, 09 Agustus 2014

Catatan rasa yang tak terencana

Catatan rasa yang tak terencana….

Aku sempat mengunjungi sesak pada tubuh yang lemah…
Hampir mati…
Sekarat…
Perlahan semua bergerak seperti putaran bumi yang berulang namun dalam dimensi yang berbeda…
Setelah kujumpai ribuan perih… dalam kenikmatan maha dasyat yang penuh sensasi…
Pekat..tak lagi sanggup menahan buram dunia… maya….nyata…tak jauh berbeda….
Semua itu hanya proses.. semua itu adalah system realita yang tertanam mengakar dalam otak usang manusia…
Detik yang tak terencana…
Disana kujumpai engkau…
Dalam fase yang seperti sketsa…
Seperti bergerak dalam celah…
Mengalir ketiap rongga darah…otak…bahkan kornea mimpiku….
Indahmu yang tak pernah terucap …
Tertahan dalam kelu…
Bukan ingin kurengkuh dalam kalutku….
Bukan ingin kurengkuh dalam matinya rasaku…
Ini sebuah langkah yang tak sempat kusadari pijaknya …
Kamu…
Berdiri anggun pada tiap jeda pikiranku yang carutmarut….
Menari riang pada lembabnya mimpiku…
Kamu…
Perlahan mengisi warna cerah pada kanvas asaku yang berkarat…
Pada realitaku yang bernanah…
Kamu…
Indahmu…
Persilahkan aku rengkuh semua itu…