Catatan rasa yang tak terencana….
Aku sempat mengunjungi sesak pada tubuh yang lemah…
Hampir mati…
Sekarat…
Perlahan semua bergerak seperti putaran bumi yang berulang namun dalam dimensi yang berbeda…
Setelah kujumpai ribuan perih… dalam kenikmatan maha dasyat yang penuh sensasi…
Pekat..tak lagi sanggup menahan buram dunia… maya….nyata…tak jauh berbeda….
Semua itu hanya proses.. semua itu adalah system realita yang tertanam mengakar dalam otak usang manusia…
Detik yang tak terencana…
Disana kujumpai engkau…
Dalam fase yang seperti sketsa…
Seperti bergerak dalam celah…
Mengalir ketiap rongga darah…otak…bahkan kornea mimpiku….
Indahmu yang tak pernah terucap …
Tertahan dalam kelu…
Bukan ingin kurengkuh dalam kalutku….
Bukan ingin kurengkuh dalam matinya rasaku…
Ini sebuah langkah yang tak sempat kusadari pijaknya …
Kamu…
Berdiri anggun pada tiap jeda pikiranku yang carutmarut….
Menari riang pada lembabnya mimpiku…
Kamu…
Perlahan mengisi warna cerah pada kanvas asaku yang berkarat…
Pada realitaku yang bernanah…
Kamu…
Indahmu…
Persilahkan aku rengkuh semua itu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar